Kamis, 15 Maret 2012

Did you want to know what my favorite sport? read this!


Did you want to know what my favorite sport? Basketball? Yap basketball is my favorite sport. I know about basketball since the age of 12 years and now im 16 years old. I joined the basketball team in my school. My school have a good basketballl team. for me basketball is a fun sport. there are several technics in a basketball game in which the driblle shooting lay-ups and more. From this team, I got so many new friends. I practice basketball at Gatam with my team every tuesday, thursday, and sunday. My coach was a great coach, he is mamad. My team is a very exciting team. although in practice often tired, but tired of it disappeared when we play basketball together. with SBF I've followed some of the tournament, and one of them got good results.

Selasa, 07 Februari 2012

TUGU TANI ACCIDENT




Recently there was a very sad event. A car crashed into a dozen people to 9 people died and the rest wounded.The driver of a black Daihatsu Xenia police numbered XI B 2479 that crashed into pedestrians on the road eight Ridwan Rais, Central Jakarta, the initials U.S., 29-year-old woman. When checked, the U.S. could not show a driver's license and vehicle registration showing only on behalf of others.
Police are still explore the cause of the accident. Eyewitnesses at the scene, Suwarto (40), suspected drunk driver while driving a vehicle. Invisible But then Police Commissioner Jakpus Gimo Husodo estimate the cause of the accident is a car that brakes do not work properly.
Information obtained to mention, before crashing, cars speeding from the direction towards the Monument Farmers Gambier. When on location, the driver was surprised to see someone about to cross. He can not put the brakes because the brake was not functioning.
The driver then swerved toward the sidewalk. Direct car rolled and hit a pedestrian. Eight people were killed in the incident. 

We can see, the effect of such measures could eliminate nine lives, injuring many people, convicted criminal and civil, embarrass and damage the image of the family, and many others. So...the lessons learned from the tragedy are cautious and focused when driving, stay away from drinking and the most important thing is to Say No to Drugs. Disposable Drugs, our lives will be destroyed and can be very difficult to fix our lives.

Rabu, 18 Januari 2012

My Autobiografi


Masa Balita 




Aku dilahirkan di kota Bandar Lampung – kota yang terkenal dengan tugu adipura- pada hari Kamis tanggal 12 Januari 1996 di Rumah Sakit Mutiara Putri pukul 23:00 dari pasangan Datang Cahaya Hartawan SH dan Elitha Martharina Utami. Aku dilahirkan dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 cm. Aku dilahirkan sebagai anak bungsu dari 2 bersaudara.  Aku diberi nama oleh ayahku “Chyntia Saputri”. “Chyntia” berarti orang yang memiliki hati yang baik dan suci. Sedangkan “Saputri” berarti seorang anak perempuan. Jadi,ayahku menginginkan aku menjadi seorang anak perempuan yang memiliki hati yang baik dan suci.  Aku mempuanyai  seorang kakak laki-laki bernama Muhammad Gian Tantyo yang sekarang berumur 19 tahun dan salah satu mahasiswa di Universitas Lampung (UNILA) jurusan Hukum. Semenjak lahir,aku tinggal di perumahan BTN3 jln. Dammar no 3 way halim permai. Ketika aku berumur 1 tahun 6 bulan ,aku bersama keluargaku pindah ke perumahan BTN2 jln. Alam Jaya no. 5 way halim permai
Sekitar tahun 2000 ,aku dan keluargaku pindah ke sebuah rumah  yang berada di Jln. H Abdullah Raya no.1A Way Halim Permai. Suatu hari pada saat aku diurusi oleh kakakaku,ia akujak bermain di depan rumah. Karena keteledoran kakakaku,ia masuk ke sebuah parit dan terluka. Kepalaaku terbentur dan tanganku luka serta berdarah. Lalu ayahaku panik dan langsung mengobatiaku.

Masa Taman Kanak-Kanak 


Sebelum memasuki taman kanak – kanak,aku terlebih dahulu belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran ( TPA ) dekat rumah. Di sana,ia belajar membaca dan menulis huruf Arab. Aku juga belajar tentang doa – doa, surat – surat pendek,cara berwudhu,dan juga cara solat yang benar. Selang beberapa bulan,tepataku usia lima tahun, aku pun resmi menjadi siswi Taman Kanak – Kanak Xaverius Way Halim. Aku duduk di kelas A1 ,dengan walikelas bu yati.  Di sana,aku memiliki baakuk teman. Setelah A1 aku naik tingkat B1 dengan wali kelas yang sama pula. Di sekolah ini, aku belajar membaca, menulis, berhitung, meakunyi, juga menari. Sering kali tertulis di raportku ‘Chyntia sudah tambah pintar tetapi sifatnya masih cengeng dan kurang teliti’ aku dikenal dengan anak yang cengeng dan kurang teliti oleh ibu guru
Saat pertama kali menulis,aku merasa sangat kaku. Apalagi jika menulis tegak bersambung. Tanganaku sampai harus dipegangi oleh Ibu Guru karena sulitaku menulis huruf tersebut . Meski sudah dibantu,tulisanaku pun masih jelek dan terlihat semrawut atau seperti “cacing kepanasan” yang  sulit untuk dibaca. Namun Ibu Guru tidak pernah memarahi aku karena beliau sangat memaklumiaku.
Sekolah aku yang terletak di Jl. Griya Indah no.2 ini, memiliki banyak permainan yang dapat dimainkan pada saat waktu istirahat,seperti perosotan,ayunan,jungkat -  jungkit ,tempat memanjat. Semua tersedia tetapi dengan jumlah yang terbatas . Jadi,setiap siswaaku diwajibkan untuk antre. Tetapi siswa disini bandel termasuk aku. Aku tidak mau antre dan pernah bertengkar dengan temanaku karena sebuah ayunan. Akhirnya aku menang dalam “bertengkar” dan mendapatkan ayunan tersebut.  aku meminta teman yang kalah bertengkar tersebut untuk mendorongku.
Pada saat TK,aku  pernah mendapatkan ranking 3 di kelasku. Aku merasa sangat senang,dan memamerkan hasil raportku kepada kakakku.  Di TK ini, aku mengikuti ekskul drumband yang diadakan tiap hari Jumat.
Menjelang perpisahan,murid murid diwajibkan menampilkan bakatnya yang telah disalurkan melalui ekskul yang diikuti. Mulanya aku mau untuk memainkan belira ,tetapi setelah dibujuk oleh Ibu Guru ,akhiranya aku pun mau untuk menjadi Mayoret Drumband. Aku latihan sangat rajin. Sebelum pentas dimulai,aku sempat mencari mamaku yg tiba-tiba tidak ada digedung tsb. Inilah salah satu kelemahan aku , ia tidak bisa di anter oleh orangtuaaku sebab jika ia di anter ia pasti tak bias jauh dari mamaaku. Aku pun menangis. Akhirnya Ibu Guru membujukku agar ia tidak menangis. Selesai pertunjukan , penampilan ke dua aku ada menari kreasi yaitu ‘ Asarehe ‘ tari kreasi yg berjumlah sekitar 15 orang dan aku salah satu adalah komandan tari tsb.

 Masa Sekolah Dasar 



Setelah lulus dari taman kanak – kanak,tepatnya pada tahun 2002,aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang sekolah dasar.  Ia melanjutkan ke SD Xaverius Way Halim. Aku duduk di kelas 1C di sekolah yang terletak di Jl. Griya Fantasi II D/7 Way Halim Permai ini ,dengan wali kelas Ibu Tries Supinah. Di kelas ini,terdapat 47 siswa yang belajar dan menuntut ilmu di dalamnya. Saat kelas 1, sekolah dimulai pukul 07.15 dan berakhir pada pukul 10.00. Aku duduk sebangku dengan Marisa. Saat kelas 1 aku punya pengalaman di yang tak dilupakan yaitu pada saat jam pelajaran aku terlihat mengobrol bersama temanaku dan kemudian guru pun melihat dan menjewer kuping aku hingga aku menangis di depan kelas . saat ujian semester kelas 1 pelajaran Bahasa Daerah,aku tidak mengerti sama sekali apa yang harus dikerjakan di lembar soal. Aku menganggap remeh pelajaran tersebut. Karena takut mendapatkan nilai yang kecil, aku pun terpaksa meminta jawaban kepada temanaku. Temanaku pun memberikan jawaban kepada aku. Alhasil ketika nilai dibagikan,aku mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran Bahasa Daerah. Pada saat pembagian raport kenaikan kelas 2, aku mendapatkan ranking di kelasku yaitu mendapat ranking 2. Aku merasa senang sekali karna sewaktu semester ke-1 aku hanya mendapat ranking 4.
Kenaikan kelas 2 orangtua aku memindahkan  aku ke salah satu sekolah dasar favorit di provinsi Lampung yaitu SDN 2 rawa laut yaitu sering disebut SD Teladan. Aku sana ia ditrima dikelas 2H dengan walikelas ibu Rosfa AR. Aku sangat canggung di sekolah yang baru, untungnya aku memiliki teman kecil yang saat itu bersekolah pula di SD teladan yaitu bersama Nasa Dwi Anggraini, sayangnya mereka tidak sekelas. Setiap istirahat berlangsung Nasa selalu menghampiri aku untuk ke kantin bersama. Di kelas 2H aku duduk bersama Diki dan juga sempat bersama Bela. Setelah beberapa bulan berjalan aku dipilih oleh wali kelasaku untuk menjadi ‘Ketua Kelas’ , aku cukup kaget karna aku berfikir aku masih sebagai anak baru dan sudah di beri tanggung jawab yang cukup berat. Aku disebut oleh wali kelasaku dengan tulisan terbaik dengan tegak bersambung disbanding yang lainnya dengan tulisan cetak. Saat kelas 2 adalah saat yang menentukan untuk pembagian kelas 3 nantinya. Akan ada seleksi murid untuk masuk ke kelas Bimbingan Khusus dan kelas Unggulan. Syarat yang diutamakan adalah mendapatkan ranking 1-10 di kelas 2 aku. Aku sangat pesimis bisa masuk ke kelas Unggulan yang aku idam-idamkan. Aku belajar dengan giat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Saat semester 1 aku meraih ranking 3 dan saat semester ke 2 aku meraih ranking 2.
Pada saat pembagian raport akhir semester, aku mendapatkan sebuah surat dari IbuRosfa AR. Isi surat tersebut meakutakan bahwa aku dapat mengikuti seleksi masuk ke kelas Unggulan. Aku sangat senang mendapatkan kabar gembira tersebut. Ia pun belajar lebih keras agar dapat lulus mengikuti tes ke kelas Unggulan. Tes yang dijalankan ada dua,yaitu tes akademik dan tes IQ. Akhirnya setelah melalui kedua tes tersebut ,pada tanggal 30 Juni 2004 diumumkan hasilnya. Ternaya  aku tidak berhasil masuk ke kelas unggulan. Aku sangat kecewa. Akhirnya aku masuk di kelas unggulan ke-2 yaitu 3B. Dari kelas 2H yang masuk ke kelas 3U ada kira – kira 8 orang. Di kelas 3B ini aku duduk bersama Safira dengan wali kelas Ibu Rosmawati. Di kelas 3 aku tetap diberi tugas sebagai ‘ Ketua Kelas ‘ dan aku meraih peringkat 2 pada saat semester 1 dan 2.
Pada kelas 4,aku dan teman -  temanku takut jika kelasku diacak,karena kami sudah akrab satu sama lain. Tetapi kami mendapatkan kabar gembira,kelas mereka tidak akan diacak. Wah,senangnya bukan main.
Pada saat SD aku terkenal dengan kegalakanku dan ketomboyanku.Setiap olahraga ia selalu bermain bola dengan teman teman laki-laki sekelasku. Di kelas 4 pun ia masih tetap dipercaya sebagai ‘ Ketua Kelas ‘  mendapat ranking 1 saat semester 1 tapi sayangnya saat semester ke 2 ia tidak bisa mempertahannkannya,peringkat ia turun menjadi peringkat 2 dengan wali kelas bu Rosnelly.
Pada kenaikan kelas5, ia tetap dikelas 5B dengan walikelas bu Azwar. Saat dikelas 5B ia tetap dipercaya sebagai ‘Ketua Kelas’ mulai kelas 5 ini ia mempuanyai beberapa sahabat semenjak kelas 4 yaitu Bella , Ghina dan Nabila. Mereka sering pergi bersama. Pada saat akhir semester aku mendapat peringkat 2 saat semester 1 dan peringkat ke 3 saat semester ke 2. Di kelas 6 ini, ia ditempatkan di kelas 6G dengan wali kelas bu Azwar lagi. Kebanyakn teman temanku masih sama dengan sewaktu kelas 5 . lagi lagi ia sekelas dengan ketiga sahabatku. , kelas 6 ini menjadi masa – masa terakhir di sekolah dasar. Di tahun ini juga, mereka harus lebih giat lagi belajar. Ketika kelas 6,aku sangat menyukai pelajaran Matematika. Aku pernah mendapatkan nilai tertinggi untuk mata pelajaran ini,mengalahkan teman yang terpintar di kelas. aku  sangat bangga. Saat kelas 6 ia pernah ditunjuk mengikuti seleksi olimpiade B.indonesia tapi sayangnya aku hanya menjadi orang ke-2 dan ia juga pernah mengikuti lomba PTD bersama Senja Rama salah satu teman SDnya dan meraih juara 3.
Ujian Sekolah sudah di depan mata,aku dan teman – temanaku telah diberi bimbingan dari sekolah untuk mengahdapi ujian ini. Berbagai macam tambahan pelajaran pun telah diberikan . Akhirnya jerih payah kami tidak sia – sia ,semua siswa dan siswi SD Teladan angkatan 2007/2008 lulus 100%. Aku pun lulus dengan nilai yang tidak terlalu mengecewakan berhasil masuk 15besar kelas.



Masa Sekolah Menengah Pertama 

Setelah lulus dari Sekolah Dasar, aku melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP. Aku sempat mendaftar SMPN2 bandar lampung dengan jurusan SBI. Aku mampu lolos hingga tahap ke-3 yaitu test psikotes , bahasa inggris dan computer. Saat pemilihan lolos seleksi wawancara orang tua nama aku tidak tercantum di dalamnya. aku sangat kecewa , jerih payah yang ia lalui sampai tahap ke-3 mendapat hasil yang mengecewakan. Akhirnya saat PPDB SMP jurusan reguler , aku mendaftar kembali di SMPN 2 dengan pilihan untuk dijadikan calon sekolahku. Pilihan pertama SMPN 2,dilanjutkan dengan SMPN 1,dan terakhir SMPN 23. Aku sangat menginginkan masuk ke SMPN 2,tetapi dewi fortuna sedang berpihak padaku. Aku akhirnya masuk ke SMPN 2 walaupun jurusan reguler. Ia sangatbahagia karena hasil yang ini tidak mengecewakan tetapi menyenangkan. Sebelum menerima pendidikan formal di SMP ini, aku terlebih dahulu menjalani MOS. Aku berada di kelompok Australia. Saat itu siswa – siswi baru diwajibkan memperkenalkan diriaku masing – masing. Aku sangat tidak menikmati MOS ini karena aku sama sekali tidak menyukai sekolah tersebut. Pada saat MOS baakuk anak yang bertaaku “kamu dari SD mana?”. “Dari SD Teladan”,aku menjawab. “Oh,dulu kelas 6 apa disana?” “Aku dulu kelas 6G hehe”,aku kembali menjawab . Lalu orang yang bertaaku kaget,”Hah?kelasnya banyak banget ya”. Aku selalu tertawa setiap mendengar perkataan seperti itu.
Pada kelas 7,aku masuk di kelas 7B dengan wali kelas Pak Tanwir. Disana aku sekelas dengan beberapa teman SDaku yaitu Bella , Nabila , Adhian , Nasa , Zulfikar dll. Aku pernah dipilih oleh guruku untuk menjadi Bendahara. Saat masih menduduki kelas 7 adaptasi pun belum berjalan dengan lancar , namun perlahan pasti aku bisa beradaptasi bagaimana dilingkungan smp. Tidak terasa satu semester telah berlalu. Ulangan semester pun telah dilaksanakan. Pada suatu pagi yang cerah di saat upacara bendera, Kepala Sekolah mengumumkan siapa yang berhasil mendapatkan juara umum di sekolah. Ternyata, aku tidak berhasil mendapatkan peringkat 1 disekolahku yang baru itu.
Saat kenaikan kelas 8 , aku ditempatkan di kelas 8B dengan wali kelas bu Trimawarni. Di kelas 8B semua sahabat sahabataku ada dikelas tsb yaitu Ameliza Indah , Nasa Dwi , Bella Juliana , Nabila Ayu , Muthia Annisa . Tapi ada 2 sahabatku yang tidak sekelas denganaku yaitu Raras dan Annisa . kelas Pakde -sebutan untuk kelas 8B. Seluruh anak kelas 8b sangatlah kompak,sehingga membuat  aku betah berada di kelas ini.
Aku aktif di kegiatan ektrakulikuler Basket. Ekskul ini cukup eksis di SMPN 2. Anggota,pelatih,dan alumni sangatlah baik. Lomba pertama yang diikuti oleh aku yaitu lomba Basket Putri saat kompetisi Texas akudakan oleh SMAN 4 B.Lampung setingkat provinsi. Mereka tidak yakin menang,karena melihat baakuk lawan yang tangguh. Tetapi keberuntungan sedang berpihak pada SMPN 2, mereka akhiraku menang juara 3. Betapa bangganya kami,pengalaman pertama dan langsung mendapatkan juara ketiga.
Lomba kedua diadakan oleh Fransiskus saat itu adal ah event ‘ Fransiskus Day ‘. kami tidak ada persiapan apapun untuk mengikuti lomba tersebut. Akhirnya kami hanya sampai di perempat final. kami sedikit kecewa dengan hasil yang didapat. Aku aktif dalam Basket hanya sampai semester 1 kelas 9.
Sistem pengacakan kelas masih berlaku di SMPN 2. Pada saat kenaikan kelas 9 ,seluruh siswanya diacak . Anak kelas Pakde sangat sedih karena harus berpisah kelasaku satu sama lain. kami  sudah seperti keluarga sendiri yang sulit untuk dipisahkan. Terlalu banyak kenangan indah yang ada di kelas Pakde.
Aku masuk di kelas 9A. Sedangkan sahabat-sahabataku rata rata masuk kelas 9C. Dan itu artinya aku harus tidak sekelas bersama mereka. Di kelas yang baru ini, aku duduk bersama Nasa Dwi. Awalnya aku tidak ingin di kelas 9A tsb karena saingannya yang cukup berat dan orang-orangnya yang tidak asik , tetapi kenyataan pun berubah. SPARTA sebutan dari kelas 94 dengan kepanjangan ‘sembilan empat rame tapi asik ‘ tsb adalah kelas yang kompak sejak awal , seru , kebersamaan yang kuat , dan saling mengerti satu sama lain. Aku yang awalnya tidak betah menjadi sangat betah disana . dikelas ini ia merasakan bahwa kebersamaan lebih penting , SPARTA dengan wali kelas bu Trimawarni sering melakukan aktivitas yang tidak terlupakan sampai saat ini. Di Sparta banyak sekali julukan julukan , salah satunya aku di juluki ‘Blesek’ karna hidungku yang pesek. Saat berada di tahun akhir sekolah,seluruh siswa – siswi harus berjuang ekstra keras agar dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Begitu juga dengan aku. Aku tidak ingin mendapat hasil yang mengecewakan. Maka aku belajar sangat giat.
Saat semester dua, siswa kelas Sembilan diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan yang akudakan oleh sekolah. Tambahan ini akudakan sampai sore. Jika hari Senin dan Rabu,pulang pada pukul 16.30 . Dan pada hari Selasa serta Kamis,pulang pada pukul 16.00. Terkadang aku dan teman – temanku merasa sangat jenuh karena terlalu banyak materi yang harus dikuasai,tetapi semua dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Tidak jarang sesudah les tambahan di sekolah,banyak siswa yang melanjutkan lesnyalagi di tempat bimbingan belajar di luar sekolah. Sekolah pun sering memberikan Try out untuk melatih para siswanya agar lebih mudah menjawab soal – soal pada UN nantiaku. Siswa – siswi pun menjalani LUN ( Latihan Ujian Nasional ) dan LUS ( Latihan Ujian Sekolah ). kami bahkan telah “mual” untuk membulat – bulatkan jawaban dengan menggunakan  pensil 2B. kami segera ingin melaksanakan Ujian Nasionalnya,lalu melaksanakan Ujian Akir Sekolah. Semuanya telah membuat kami sangat jenuh.
Akhirnya tibalah saat dilaksanakan UN. SMPN 2 diawasi dari sekolah lain. Bahkan,diawasi oleh kepolisian.Setelah diadakan UN,diadakanlah UAS dan dilanjutkan dengan Ujian Praktek. Dalam ujian praktek diuji berbagai macam pelajaran,seperti pelajaran seni tari,seni musik,biology,fisika, dll.
Pengumuman hasil UN sangatlah lama,sekitar dua bulanan. Pada saat itulah dibuka pendaftaran untuk kelas SBI di SMAN 2 B.Lampung dan SMA 9 B.Lampung. Aku mendaftarkan diriku ke SMAN 2 B.Lampung. Karena tidak ingin mengecewakan kedua orangtuaaku,ia belajar dengan penuh ketekunan dan diimbangi dengan berdoa. Akhiraku usaha  aku tidaklah sia -  sia. Aku masuk ke SMAN 2 B.Lampung dengan urutan 213. Dan beberapa hari kemudian, hasil UN diumumkan. Seluruh siswa SMPN 2,termasuk aku lulus dengan hasil yang cukup memuaskan





Masa Sekolah Menengah Atas





Sebelum mengikuti kegiatan belajar formal di SMAN 2 B.Lampung ini, aku terlebih dahulu mengikuti pra-MOS dan MOS. Tujuan dari pra-MOS ini untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum MOS. Seluruh nama kelompok MOS diambil dari nama makanan. Seperti Coto , Gudeg , Karedok , Papeda , Pecel , Pempek , Peyeum , Rujak , sampai Seruit.. Aku masuk ke dalam kelompok Papeda-dengan PJ ( penanggung jawab ) Ka Julia, Ka Njes, Ka Hanum,Ka Fakhri dan Ka Ryan. Dalam Pra-MOS sangatlah menyiksa,siswa diwajibkan mengikuti latihan PBB di siang hari. Pra-Mos diadakan 3 hari dari jam 7 pagi – jam 5 sore. Cukup melelahkan tetapi sangatlah asik. Dan pelaksanaan MOS sama seperti pelaksanaan Pra-MOS. Tetapi pada hari terakhir MOS, kegiatan ini akudakan di Lembah Hijau. Disana akudakan berbagai macam lomba yang menguji kekompakan kelompok,seperti lomba yel – yel. Ternyata kelompok aku,Papeda keluar sebagai Juara 2 yel-yel. Aku cukup senang karna aku salah satu icon yel-yel dari 6icon lainnya.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pra-MOS dan MOS, akhirnya diadakalah pembagian kelas. Dan aku masuk ke kelas X8 dengan wali kelas Pak Fauzi Arbi . Aku duduk sebangku dengan Ameliza Indah Mahesa dari sekolah yang sama dengan aku. Aku merasa senang karena mempunyaii teman-teman yang asik seru seperti kelas x-8 dengan sebutan SENAPAN.