Masa Balita
Aku dilahirkan di kota Bandar Lampung – kota yang
terkenal dengan tugu adipura- pada hari Kamis tanggal 12 Januari 1996 di Rumah
Sakit Mutiara Putri pukul 23:00 dari pasangan Datang Cahaya Hartawan SH dan
Elitha Martharina Utami. Aku dilahirkan dengan berat 3,1 kg dan panjang 49 cm. Aku
dilahirkan sebagai anak bungsu dari 2 bersaudara. Aku diberi nama oleh ayahku “Chyntia Saputri”.
“Chyntia” berarti orang yang memiliki hati yang baik dan suci. Sedangkan “Saputri”
berarti seorang anak perempuan. Jadi,ayahku menginginkan aku menjadi seorang
anak perempuan yang memiliki hati yang baik dan suci. Aku mempuanyai seorang kakak laki-laki bernama Muhammad Gian
Tantyo yang sekarang berumur 19 tahun dan salah satu mahasiswa di Universitas
Lampung (UNILA) jurusan Hukum. Semenjak lahir,aku tinggal di perumahan BTN3
jln. Dammar no 3 way halim permai. Ketika aku berumur 1 tahun 6 bulan ,aku bersama
keluargaku pindah ke perumahan BTN2 jln. Alam Jaya no. 5 way halim permai
Sekitar tahun 2000 ,aku dan keluargaku pindah ke
sebuah rumah yang berada di Jln. H
Abdullah Raya no.1A Way Halim Permai. Suatu hari pada saat aku diurusi oleh
kakakaku,ia akujak bermain di depan rumah. Karena keteledoran kakakaku,ia masuk
ke sebuah parit dan terluka. Kepalaaku terbentur dan tanganku luka serta
berdarah. Lalu ayahaku panik dan langsung mengobatiaku.
Masa Taman Kanak-Kanak
Sebelum memasuki taman kanak – kanak,aku terlebih
dahulu belajar mengaji di Taman Pendidikan Al-Quran ( TPA ) dekat rumah. Di
sana,ia belajar membaca dan menulis huruf Arab. Aku juga belajar tentang doa –
doa, surat – surat pendek,cara berwudhu,dan juga cara solat yang benar. Selang
beberapa bulan,tepataku usia lima tahun, aku pun resmi menjadi siswi Taman
Kanak – Kanak Xaverius Way Halim. Aku duduk di kelas A1 ,dengan walikelas bu
yati. Di sana,aku memiliki baakuk teman.
Setelah A1 aku naik tingkat B1 dengan wali kelas yang sama pula. Di sekolah
ini, aku belajar membaca, menulis, berhitung, meakunyi, juga menari. Sering
kali tertulis di raportku ‘Chyntia sudah tambah pintar tetapi sifatnya masih
cengeng dan kurang teliti’ aku dikenal dengan anak yang cengeng dan kurang
teliti oleh ibu guru
Saat pertama kali menulis,aku merasa sangat kaku.
Apalagi jika menulis tegak bersambung. Tanganaku sampai harus dipegangi oleh
Ibu Guru karena sulitaku menulis huruf tersebut . Meski sudah dibantu,tulisanaku
pun masih jelek dan terlihat semrawut atau seperti “cacing kepanasan” yang sulit untuk dibaca. Namun Ibu Guru tidak
pernah memarahi aku karena beliau sangat memaklumiaku.
Sekolah aku yang terletak di Jl. Griya Indah
no.2 ini, memiliki banyak permainan yang dapat dimainkan pada saat waktu
istirahat,seperti perosotan,ayunan,jungkat -
jungkit ,tempat memanjat. Semua tersedia tetapi dengan jumlah yang
terbatas . Jadi,setiap siswaaku diwajibkan untuk antre. Tetapi siswa disini
bandel termasuk aku. Aku tidak mau antre dan pernah bertengkar dengan temanaku
karena sebuah ayunan. Akhirnya aku menang dalam “bertengkar” dan mendapatkan
ayunan tersebut. aku meminta teman yang
kalah bertengkar tersebut untuk mendorongku.
Pada saat TK,aku pernah mendapatkan ranking 3 di kelasku. Aku
merasa sangat senang,dan memamerkan hasil raportku kepada kakakku. Di TK ini, aku mengikuti ekskul drumband yang diadakan
tiap hari Jumat.
Menjelang perpisahan,murid murid diwajibkan
menampilkan bakatnya yang telah disalurkan melalui ekskul yang diikuti. Mulanya
aku mau untuk memainkan belira ,tetapi setelah dibujuk oleh Ibu Guru ,akhiranya
aku pun mau untuk menjadi Mayoret Drumband. Aku latihan sangat rajin. Sebelum
pentas dimulai,aku sempat mencari mamaku yg tiba-tiba tidak ada digedung tsb.
Inilah salah satu kelemahan aku , ia tidak bisa di anter oleh orangtuaaku sebab
jika ia di anter ia pasti tak bias jauh dari mamaaku. Aku pun menangis. Akhirnya
Ibu Guru membujukku agar ia tidak menangis. Selesai pertunjukan , penampilan
ke dua aku ada menari kreasi yaitu ‘ Asarehe ‘ tari kreasi yg berjumlah sekitar
15 orang dan aku salah satu adalah komandan tari tsb.
Masa Sekolah Dasar
Setelah lulus dari taman kanak – kanak,tepatnya pada
tahun 2002,aku melanjutkan pendidikanku ke jenjang sekolah dasar. Ia melanjutkan ke SD Xaverius Way Halim. Aku
duduk di kelas 1C di sekolah yang terletak di Jl. Griya Fantasi II D/7 Way
Halim Permai ini ,dengan wali kelas Ibu Tries Supinah. Di kelas ini,terdapat 47
siswa yang belajar dan menuntut ilmu di dalamnya. Saat kelas 1, sekolah dimulai
pukul 07.15 dan berakhir pada pukul 10.00. Aku duduk sebangku dengan Marisa.
Saat kelas 1 aku punya pengalaman di yang tak dilupakan yaitu pada saat jam
pelajaran aku terlihat mengobrol bersama temanaku dan kemudian guru pun melihat
dan menjewer kuping aku hingga aku menangis di depan kelas . saat ujian
semester kelas 1 pelajaran Bahasa Daerah,aku tidak mengerti sama sekali apa
yang harus dikerjakan di lembar soal. Aku menganggap remeh pelajaran tersebut.
Karena takut mendapatkan nilai yang kecil, aku pun terpaksa meminta jawaban kepada
temanaku. Temanaku pun memberikan jawaban kepada aku. Alhasil ketika nilai
dibagikan,aku mendapatkan nilai sempurna untuk mata pelajaran Bahasa Daerah. Pada
saat pembagian raport kenaikan kelas 2, aku mendapatkan ranking di kelasku
yaitu mendapat ranking 2. Aku merasa senang sekali karna sewaktu semester ke-1 aku
hanya mendapat ranking 4.
Kenaikan kelas 2 orangtua aku memindahkan aku ke
salah satu sekolah dasar favorit di provinsi Lampung yaitu SDN 2 rawa laut
yaitu sering disebut SD Teladan. Aku sana ia ditrima dikelas 2H dengan
walikelas ibu Rosfa AR. Aku sangat canggung di sekolah yang baru, untungnya aku
memiliki teman kecil yang saat itu bersekolah pula di SD teladan yaitu bersama
Nasa Dwi Anggraini, sayangnya mereka tidak sekelas. Setiap istirahat
berlangsung Nasa selalu menghampiri aku untuk ke kantin bersama. Di kelas 2H aku duduk bersama Diki dan juga sempat bersama Bela. Setelah beberapa bulan
berjalan aku dipilih oleh wali kelasaku untuk menjadi ‘Ketua Kelas’ , aku cukup
kaget karna aku berfikir aku masih sebagai anak baru dan sudah di beri tanggung
jawab yang cukup berat. Aku disebut oleh wali kelasaku dengan tulisan terbaik
dengan tegak bersambung disbanding yang lainnya dengan tulisan cetak. Saat kelas
2 adalah saat yang menentukan untuk pembagian kelas 3 nantinya. Akan ada
seleksi murid untuk masuk ke kelas Bimbingan Khusus dan kelas Unggulan. Syarat
yang diutamakan adalah mendapatkan ranking 1-10 di kelas 2 aku. Aku sangat
pesimis bisa masuk ke kelas Unggulan yang aku idam-idamkan. Aku belajar
dengan giat untuk bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Saat semester 1 aku
meraih ranking 3 dan saat semester ke 2 aku meraih ranking 2.
Pada saat pembagian raport akhir semester, aku
mendapatkan sebuah surat dari IbuRosfa AR. Isi surat tersebut meakutakan bahwa aku
dapat mengikuti seleksi masuk ke kelas Unggulan. Aku sangat senang mendapatkan
kabar gembira tersebut. Ia pun belajar lebih keras agar dapat lulus mengikuti
tes ke kelas Unggulan. Tes yang dijalankan ada dua,yaitu tes akademik dan tes
IQ. Akhirnya setelah melalui kedua tes tersebut ,pada tanggal 30 Juni 2004 diumumkan
hasilnya. Ternaya aku tidak berhasil masuk ke kelas unggulan. Aku sangat
kecewa. Akhirnya aku masuk di kelas unggulan ke-2 yaitu 3B. Dari kelas 2H yang
masuk ke kelas 3U ada kira – kira 8 orang. Di kelas 3B ini aku duduk bersama Safira
dengan wali kelas Ibu Rosmawati. Di kelas 3 aku tetap diberi tugas sebagai ‘
Ketua Kelas ‘ dan aku meraih peringkat 2 pada saat semester 1 dan 2.
Pada kelas 4,aku dan teman - temanku takut jika kelasku diacak,karena kami sudah akrab satu sama lain. Tetapi kami mendapatkan kabar
gembira,kelas mereka tidak akan diacak. Wah,senangnya bukan main.
Pada saat SD aku terkenal dengan kegalakanku
dan ketomboyanku.Setiap olahraga ia selalu bermain bola dengan teman teman
laki-laki sekelasku. Di kelas 4 pun ia masih tetap dipercaya sebagai ‘ Ketua
Kelas ‘ mendapat ranking 1 saat semester
1 tapi sayangnya saat semester ke 2 ia tidak bisa mempertahannkannya,peringkat
ia turun menjadi peringkat 2 dengan wali kelas bu Rosnelly.
Pada kenaikan kelas5, ia tetap dikelas 5B dengan
walikelas bu Azwar. Saat dikelas 5B ia tetap dipercaya sebagai ‘Ketua Kelas’
mulai kelas 5 ini ia mempuanyai beberapa sahabat semenjak kelas 4 yaitu Bella ,
Ghina dan Nabila. Mereka sering pergi bersama. Pada saat akhir semester aku
mendapat peringkat 2 saat semester 1 dan peringkat ke 3 saat semester ke 2. Di
kelas 6 ini, ia ditempatkan di kelas 6G dengan wali kelas bu Azwar lagi. Kebanyakn
teman temanku masih sama dengan sewaktu kelas 5 . lagi lagi ia sekelas dengan
ketiga sahabatku. , kelas 6 ini menjadi masa – masa terakhir di sekolah dasar.
Di tahun ini juga, mereka harus lebih giat lagi belajar. Ketika kelas 6,aku
sangat menyukai pelajaran Matematika. Aku pernah mendapatkan nilai tertinggi
untuk mata pelajaran ini,mengalahkan teman yang terpintar di kelas. aku sangat
bangga. Saat kelas 6 ia pernah ditunjuk mengikuti seleksi olimpiade B.indonesia
tapi sayangnya aku hanya menjadi orang ke-2 dan ia juga pernah mengikuti lomba PTD
bersama Senja Rama salah satu teman SDnya dan meraih juara 3.
Ujian Sekolah sudah di depan mata,aku dan teman –
temanaku telah diberi bimbingan dari sekolah untuk mengahdapi ujian ini.
Berbagai macam tambahan pelajaran pun telah diberikan . Akhirnya jerih payah kami tidak sia – sia ,semua siswa dan siswi SD Teladan angkatan 2007/2008
lulus 100%. Aku pun lulus dengan nilai yang tidak terlalu mengecewakan berhasil
masuk 15besar kelas.
Masa Sekolah Menengah Pertama
Setelah lulus dari Sekolah Dasar, aku melanjutkan
pendidikan ke jenjang SMP. Aku sempat mendaftar SMPN2 bandar lampung dengan
jurusan SBI. Aku mampu lolos hingga tahap ke-3 yaitu test psikotes , bahasa
inggris dan computer. Saat pemilihan lolos seleksi wawancara orang tua nama aku
tidak tercantum di dalamnya. aku sangat kecewa , jerih payah yang ia lalui
sampai tahap ke-3 mendapat hasil yang mengecewakan. Akhirnya saat PPDB SMP
jurusan reguler , aku mendaftar kembali di SMPN 2 dengan pilihan untuk
dijadikan calon sekolahku. Pilihan pertama SMPN 2,dilanjutkan dengan SMPN 1,dan
terakhir SMPN 23. Aku sangat menginginkan masuk ke SMPN 2,tetapi dewi fortuna
sedang berpihak padaku. Aku akhirnya masuk ke SMPN 2 walaupun jurusan reguler.
Ia sangatbahagia karena hasil yang ini tidak mengecewakan tetapi menyenangkan.
Sebelum menerima pendidikan formal di SMP ini, aku terlebih dahulu menjalani
MOS. Aku berada di kelompok Australia. Saat itu siswa – siswi baru diwajibkan
memperkenalkan diriaku masing – masing. Aku sangat tidak menikmati MOS ini
karena aku sama sekali tidak menyukai sekolah tersebut. Pada saat MOS baakuk
anak yang bertaaku “kamu dari SD mana?”. “Dari SD Teladan”,aku menjawab.
“Oh,dulu kelas 6 apa disana?” “Aku dulu kelas 6G hehe”,aku kembali menjawab .
Lalu orang yang bertaaku kaget,”Hah?kelasnya banyak banget ya”. Aku selalu
tertawa setiap mendengar perkataan seperti itu.
Pada kelas 7,aku masuk di kelas 7B dengan wali kelas
Pak Tanwir. Disana aku sekelas dengan beberapa teman SDaku yaitu Bella , Nabila
, Adhian , Nasa , Zulfikar dll. Aku pernah dipilih oleh guruku untuk menjadi
Bendahara. Saat masih menduduki kelas 7 adaptasi pun belum berjalan dengan
lancar , namun perlahan pasti aku bisa beradaptasi bagaimana dilingkungan smp. Tidak
terasa satu semester telah berlalu. Ulangan semester pun telah dilaksanakan.
Pada suatu pagi yang cerah di saat upacara bendera, Kepala Sekolah mengumumkan
siapa yang berhasil mendapatkan juara umum di sekolah. Ternyata, aku tidak
berhasil mendapatkan peringkat 1 disekolahku yang baru itu.
Saat kenaikan kelas 8 , aku ditempatkan di kelas 8B
dengan wali kelas bu Trimawarni. Di kelas 8B semua sahabat sahabataku ada
dikelas tsb yaitu Ameliza Indah , Nasa Dwi , Bella Juliana , Nabila Ayu ,
Muthia Annisa . Tapi ada 2 sahabatku yang tidak sekelas denganaku yaitu Raras
dan Annisa . kelas Pakde -sebutan untuk kelas 8B. Seluruh anak kelas 8b
sangatlah kompak,sehingga membuat aku betah berada di kelas ini.
Aku aktif di kegiatan ektrakulikuler Basket. Ekskul
ini cukup eksis di SMPN 2. Anggota,pelatih,dan alumni sangatlah baik. Lomba
pertama yang diikuti oleh aku yaitu lomba Basket Putri saat kompetisi Texas akudakan
oleh SMAN 4 B.Lampung setingkat provinsi. Mereka tidak yakin menang,karena
melihat baakuk lawan yang tangguh. Tetapi keberuntungan sedang berpihak pada
SMPN 2, mereka akhiraku menang juara 3. Betapa bangganya kami,pengalaman
pertama dan langsung mendapatkan juara ketiga.
Lomba kedua diadakan oleh Fransiskus saat itu adal
ah event ‘ Fransiskus Day ‘. kami tidak ada persiapan apapun untuk mengikuti
lomba tersebut. Akhirnya kami hanya sampai di perempat final. kami sedikit kecewa dengan hasil yang didapat. Aku aktif dalam Basket hanya sampai
semester 1 kelas 9.
Sistem pengacakan kelas masih berlaku di SMPN 2.
Pada saat kenaikan kelas 9 ,seluruh siswanya diacak . Anak kelas Pakde
sangat sedih karena harus berpisah kelasaku satu sama lain. kami sudah
seperti keluarga sendiri yang sulit untuk dipisahkan. Terlalu banyak kenangan
indah yang ada di kelas Pakde.
Aku masuk di kelas 9A. Sedangkan sahabat-sahabataku
rata rata masuk kelas 9C. Dan itu artinya aku harus tidak sekelas bersama mereka.
Di kelas yang baru ini, aku duduk bersama Nasa Dwi. Awalnya aku tidak ingin di
kelas 9A tsb karena saingannya yang cukup berat dan orang-orangnya yang tidak
asik , tetapi kenyataan pun berubah. SPARTA sebutan dari kelas 94 dengan
kepanjangan ‘sembilan empat rame tapi asik ‘ tsb adalah kelas yang kompak sejak
awal , seru , kebersamaan yang kuat , dan saling mengerti satu sama lain. Aku
yang awalnya tidak betah menjadi sangat betah disana . dikelas ini ia merasakan
bahwa kebersamaan lebih penting , SPARTA dengan wali kelas bu Trimawarni sering
melakukan aktivitas yang tidak terlupakan sampai saat ini. Di Sparta banyak
sekali julukan julukan , salah satunya aku di juluki ‘Blesek’ karna hidungku
yang pesek. Saat berada di tahun akhir sekolah,seluruh siswa – siswi harus
berjuang ekstra keras agar dapat lulus dengan nilai yang memuaskan. Begitu juga
dengan aku. Aku tidak ingin mendapat hasil yang mengecewakan. Maka aku
belajar sangat giat.
Saat semester dua, siswa kelas Sembilan diwajibkan
mengikuti pelajaran tambahan yang akudakan oleh sekolah. Tambahan ini akudakan
sampai sore. Jika hari Senin dan Rabu,pulang pada pukul 16.30 . Dan pada hari
Selasa serta Kamis,pulang pada pukul 16.00. Terkadang aku dan teman – temanku
merasa sangat jenuh karena terlalu banyak materi yang harus dikuasai,tetapi
semua dilakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Tidak jarang sesudah les tambahan di sekolah,banyak
siswa yang melanjutkan lesnyalagi di tempat bimbingan belajar di luar sekolah.
Sekolah pun sering memberikan Try out untuk melatih para siswanya agar lebih
mudah menjawab soal – soal pada UN nantiaku. Siswa – siswi pun menjalani LUN (
Latihan Ujian Nasional ) dan LUS ( Latihan Ujian Sekolah ). kami bahkan telah
“mual” untuk membulat – bulatkan jawaban dengan menggunakan pensil 2B. kami
segera ingin melaksanakan Ujian Nasionalnya,lalu melaksanakan Ujian Akir
Sekolah. Semuanya telah membuat kami sangat jenuh.
Akhirnya tibalah saat dilaksanakan UN. SMPN 2 diawasi
dari sekolah lain. Bahkan,diawasi oleh kepolisian.Setelah diadakan UN,diadakanlah
UAS dan dilanjutkan dengan Ujian Praktek. Dalam ujian praktek diuji berbagai
macam pelajaran,seperti pelajaran seni tari,seni musik,biology,fisika, dll.
Pengumuman hasil UN sangatlah lama,sekitar dua
bulanan. Pada saat itulah dibuka pendaftaran untuk kelas SBI di SMAN 2
B.Lampung dan SMA 9 B.Lampung. Aku mendaftarkan diriku ke SMAN 2 B.Lampung.
Karena tidak ingin mengecewakan kedua orangtuaaku,ia belajar dengan penuh
ketekunan dan diimbangi dengan berdoa. Akhiraku usaha aku tidaklah sia
- sia. Aku masuk ke SMAN 2 B.Lampung
dengan urutan 213. Dan beberapa hari kemudian, hasil UN diumumkan. Seluruh
siswa SMPN 2,termasuk aku lulus dengan hasil yang cukup memuaskan
Masa Sekolah Menengah Atas
Sebelum mengikuti kegiatan belajar formal di SMAN 2 B.Lampung ini, aku terlebih dahulu mengikuti pra-MOS dan MOS. Tujuan dari pra-MOS ini untuk menyiapkan segala sesuatu sebelum MOS. Seluruh nama kelompok MOS diambil dari nama makanan. Seperti Coto , Gudeg , Karedok , Papeda , Pecel , Pempek , Peyeum , Rujak , sampai Seruit.. Aku masuk ke dalam kelompok Papeda-dengan PJ ( penanggung jawab ) Ka Julia, Ka Njes, Ka Hanum,Ka Fakhri dan Ka Ryan. Dalam Pra-MOS sangatlah menyiksa,siswa diwajibkan mengikuti latihan PBB di siang hari. Pra-Mos diadakan 3 hari dari jam 7 pagi – jam 5 sore. Cukup melelahkan tetapi sangatlah asik. Dan pelaksanaan MOS sama seperti pelaksanaan Pra-MOS. Tetapi pada hari terakhir MOS, kegiatan ini akudakan di Lembah Hijau. Disana akudakan berbagai macam lomba yang menguji kekompakan kelompok,seperti lomba yel – yel. Ternyata kelompok aku,Papeda keluar sebagai Juara 2 yel-yel. Aku cukup senang karna aku salah satu icon yel-yel dari 6icon lainnya.
Setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pra-MOS
dan MOS, akhirnya diadakalah pembagian kelas. Dan aku masuk ke kelas X8 dengan
wali kelas Pak Fauzi Arbi . Aku duduk sebangku dengan Ameliza Indah Mahesa dari
sekolah yang sama dengan aku. Aku merasa senang karena mempunyaii teman-teman
yang asik seru seperti kelas x-8 dengan sebutan SENAPAN.















